Sabtu, 17 Januari 2009
Belajar SEO pada pelatihan IBA di Yogyakarta pada tahun 2009
Saya sendiri belum mengetahui dengan jelas yang dimaksud dengan SEO. Oleh karena itu saya mengikuti pelatihan blog di kampus saya untuk belajar tentang SEO. Nama pelatihannya adalah IBA (Indonesia Blog Academy). Diharapkan dengan mengikuti IBA ini saya dapat membuat blog yang dapat membantu saya dengan menghasilkan penghasilan yang cukup.
IBA diadakan di Yogyakarta. Ini adalah IBA yang pertama di Yogyakarta yang diadakan pada awal tahun 2009. Tempatnya di kampus STMIK Amikom Yogyakarta.
STMIK Amikom Yogyakarta sangat mendukung acara ini karena acara ini merupakan salah satu cara mahasiswa untuk belajar berwirausaha / Entherpreneur dengan membuat blog. STMIK Amikom Yogyakarta juga menginginkan kota Yogyakarta bisa menjadi Central Blog.
Read More..
Minggu, 26 Oktober 2008
Ujian dan Hikmah dari Allah
Semua umat-Nya pasti akan mendapatkan ujian untuk mengetahui sejauh mana keimanannya kepada Allah s.w.t. Seperti halnya ujian di sekolah untuk mengetahui sejauh mana kemampuan siswanya. Ujian yang diberikan oleh Allah s.w.t bisa dalam bentuk anugerah atau musibah, kebahagiaan atau kesedihan, kemiskinan atau kekayaan, kepandaian atau kebodohan, kelebihan atau kekurangan, kebaikan atau keburukan, dll.
Allah s.w.t melihat keimanan seseorang bukan dari fisiknya tetapi dari keimanannya yaitu bagaimana dia menyikapi semua ujian yang diberikan oleh Allah s.w.t. Misalnya ada seseorang yang diuji dengan kekayaannya. Dia sangat kaya, semua kebutuhan hidupnya dapat terpenuhi, apa yang diinginkan dapat dibeli, bahkan mungkin kekayaan yang didapatkan tidak akan habis tujuh turunan.
Allah s.w.t ingin mengetahui apakah dengan kekayaan yang telah diberikan-Nya, dia masih ingat kepada-Nya seperti tetap menjalankan perintah-Nya misalnya shalat lima waktu? Ketika adzan berkumandang apakah dia masih terlena dengan kekayaannya atau meninggalkannya sejenak untuk bersyukur dan menghadap-Nya? Apakah dia sudah menggunakan kekayaannya dengan benar di jalan-Nya?
Jika dia berhasil dalam ujian-Nya, insya Allah akan memberikan lebih dari yang telah dia dapatkan. Tetapi apabila dia terlalu terlena dengan dunianya sehingga melupakan-Nya, maka Allah akan mengambil kembali kekayaan.
Contoh yang lain, misalnya ada seseorang yang miskin. Dia tidak memiliki rumah. Hidup berpindah-pindah. Dalam sehari hanya makan satu kali. Tidak dapat melanjutkan pendidikan karena tidak mempunyai biaya. Dia mempunyai keinginan yang belum bisa dia didapatkan. Dia hanya bisa berangan-angan.
Dia menghadapi ujian dari-Nya yang berupa kemiskinan dengan sabar dan tetap berdoa kepada-Nya. Dia tetap mensyukuri apapun yang diberikan-Nya. Dengan keadaannya yang seperti itu dia masih ingat kepada-Nya dengan tetap menjalankan semua perintah-Nya. Dia tidak marah kepada Allah atas semua yang telah diberikan-Nya. Dia tetap menjalani kehidupannya dengan ikhlas.
Insyaallah dia telah berhasil melewati ujian-Nya. Pasti ada hikmah dibalik itu semua. Misalnya agar ketika dia kaya kelak dia tidak menjadi sombong. Apabila dia melihat ada orang miskin dia ingat keadaannya dulu kemudian dengan ikhlas dia mau membantu.
Yang Maha Mengetahui tidak akan memberikan sesuatu kepada umat-Nya tanpa maksud tertentu. Pasti ada hikmah dibalik semua ujiannya yang diberikan-Nya. Yakinlah bahwa Dia pasti akan memberikan yang terbaik untuk umat-Nya. Jalani kehidupan ini dengan sabar dan ikhlas apapun yang terjadi. Kehidupan di dunia hanyalah sementara yang digunakan untuk menabung amal ibadah yang akan digantikan dengan kehidupan yang bahagia di akhirat kelak.
Read More..Takut kepada Allah
Semua yang ada di dunia hanyalah titipan-Nya dan hanya Allah lah yang berkuasa. Allah dapat memberi dan mengambil apapun yang diciptakan-Nya. Memang susah untuk tidak takut kepada selain Allah tetapi kita harus terus berusaha untuk tidak takut pada apapun kecuali Dzat Maha Pencipta.
Read More..
Shalat Berjamaah
Dari Abu Hurairah Radhiallaahu anhu, ia berkata, "Telah datang kepada Nabi Shallallaahu alaihi wa sallam seorang lelaki buta, kemudian ia berkata, 'Wahai Rasulullah, aku tidak punya orang yang bisa
menuntunku ke masjid, lalu dia mohon kepada Rasulullah Shallallaahu alaihi wa sallam agar diberi keringanan dan cukup salat di rumahnya.' Maka Rasulullah Shallallaahu alaihi wa sallam memberikan keringanan kepadanya. Ketika dia berpaling untuk pulang, beliau memanggilnya, seraya berkata, 'Apakah engkau mendengar suara azan (panggilan) salat?', ia menjawab, 'Ya.' Beliau bersabda, 'Maka hendaklah kau penuhi (panggilah itu)'." (HR Muslim).
Dari Abu Hurairah Radhiallaahu anhu ia berkata, Rasulullah Shallallaahu alaihi wa sallam bersabda, "Salat yang paling berat bagi orang munafik adalah salat Isya dan shalat Subuh. Seandainya mereka itu mengetahui pahala kedua salat tersebut, pasti mereka akan mendatanginya sekalipun dengan merangkak. Aku pernah berniat memerintahkan salat agar didirikan kemudian akan kuperintahkan salah seorang untuk mengimami salat, lalu aku bersama beberapa orang sambil membawa beberapa ikat kayu bakar mendatangi orang-orang yang tidak hadir dalam salat berjamaah, dan aku akan bakar rumah-rumah mereka itu." (Muttafaq 'alaih).
Dari Abu Darda Radhiallaahu anhu, ia berkata, Aku mendengar Rasulullah Shallallaahu alaihi wa sallam bersabda, "Tidaklah berkumpul tiga orang, baik di suatu desa maupun di dusun, kemudian di sana tidak dilaksanakan salat berjamaah, terkecuali syaitan telah menguasai mereka. Maka hendaklah kamu senantiasa bersama jamaah (golongan yang banyak), karena sesungguhnya srigala hanya akan
memangsa domba yang jauh terpisah (dari rombongannya)." (HR Ahmad, Abu Daud, Nasai, dan lainnya, hadis hasan).
Dari Ibnu Abbas bahwasanya Nabi Shallallaahu alaihi wasallam bersabda, "Barang siapa mendengar panggilan azan namun tidak mendatanginya, maka tidak ada salat baginya, terkecuali karena uzur
(yang dibenarkan dalam agama)." (HR Abu Daud, Ibnu Majah, dan lainnya, hadis sahih).
Dari Ibnu Mas'ud Radhiallaahu anhu, ia berkata, "Sesungguhnya Rasulullah Shallallaahu alaihi wa sallam mengajari kami sunnah-sunnah (jalan-jalan petunjuk dan kebenaran) dan di antara sunnah-sunnah tersebut adalah salat di masjid yang dikumandangkan azan di dalamnya." (HR Muslim).
Shalat berjamaah mempunyai keutamaan dan pahala yang besar dimana hal tersebut banyak disebutkan Al-Hadits berikut ini.
Dari Ibnu Umar Radhiallaahu anhuma, bahwasanya Rasulullah Shallallaahu alaihi wa sallam bersabda, "Shalat berjamaah dua puluh tujuh kali lebih utama daripada salat sendirian." (Muttafaq 'alaih)
Dari Ibnu Abbas Radhiallaahu anhuma, ia berkata, "Aku pernah bermalam di rumah bibiku, Maimunah (salah satu istri Nabi Shallallaahu alaihi wa sallam), kemudian Nabi Shallallaahu alaihi wa sallam bangun untuk shalat malam, maka aku pun ikut bangun untuk salat bersamanya, aku berdiri di samping kiri beliau, lalu beliau menarik kepalaku dan menempatkanku di samping kanannya." (Muttafaq 'alaih).
Dari Abu Sa'id al-Khudri dan Abu Hurairah Radhiallaahu anhuma, keduanya berkata, "Rasulullah Shallallaahu alaihi wa sallam bersabda, 'Barangsiapa bangun di waktu malam hari kemudian dia membangunkan isterinya, kemudian mereka berdua salat berjamaah, maka mereka berdua akan dicatat sebagai orang yang selalu berdzikir kepada Allah." (HR Abu Daud dan al-Hakim, hadis sahih).
Dari Abu Sa'id al-Khudri Radhiallaahu anhu, "Bahwasanya seorang laki-laki masuk masjid sedangkan Rasulullah Shallallaahu alaihi wa sallam sudah salat bersama para sahabatnya, maka beliau pun bersabda, 'Siapa yang mau bersedekah untuk orang ini, dan menemaninya salat.' Lalu berdirilah salah seorang dari mereka kemudian dia salat bersamanya." (HR Abu Daud dan at-Tirmidzi, hadis sahih).
Dari Ubay bin Ka'ab Radhiallaahu anhu, ia berkata, "Rasulullah Shallallaahu alaihi wa sallam bersabda, Salat seseorang bersama orang lain (berdua) lebih besar pahalanya dan lebih menyucikan daripada salat sendirian, dan salat seseorang ditemani oleh dua orang lain (bertiga) lebih besar pahalanya dan lebih menyucikan daripada salat dengan ditemani satu orang (berdua), dan semakin banyak (jumlah jamaah) semakin disukai oleh Allah Taala." (HR Ahmad, Abu Daud dan an-Nasai, hadis hasan).
Hadits-hadits di atas mengutip darihttp://www.van.9f.com/
Read More..
Mencintai Allah
Tetapi kebanyakan manusia sekarang cinta hanya untuk seseorang atau suatu benda, dan lain-lain. Mereka lupa akan cintanya kepada Allah s.w.t. Apakah mereka sudah bisa merasakan cinta kepada-Nya? Seberapa besar cintanya? Padahal Allah yang telah memberikan kehidupan, rejeki, kesenangan dan ujian untuk meningkatkan keimanan kepada-Nya.
Mencintai Allah adalah suatu hal penting. Dengan mencintai Allah pasti kita akan melakukan apapun agar Allah pun akan mencintai kita. Kita akan melaksanakan perintah-Nya dan menjauhi larangan-Nya,
melakukan sesuatu yang bisa membuat Allah senang. Rela mengorbankan kepentingan dunia untuk kepentingan Allah. Selalu memikirkan Allah kapanpun dan dimanapun kita berada sehingga apabila kita akan melakukan suatu hal yang tidak baik kita tidak jadi untuk melakukannya karena takut apabila Allah marah kepada kita.
Misalnya ketika kita sedang bekerja kemudian mendengar adzan berkumandang maka kita meninggalkan kepentingan duniawi itu sebentar untuk langsung beribadah shalat menghadapnya sebagai tanda kita ingat kepada-Nya dan bersyukur atas segala nikmat yang telah diberikan-Nya.
Apabila kita ingat kepada Allah maka Allah akan ingat kepada kita. Begitu juga apabila kita mencintai Allah maka Allah pun akan mencintai kita. Apabila kita mencintai seseorang atau seseatu, cintailah mereka karena kita mencintai Allah. Bukankah Allah memerintahkan kita untuk saling menyayangi dan menjaga. Bentuk cinta Allah dapat berupa kebahagiaan atau pun kesedihan. Dan semua itu adalah ujian dari-Nya.
Alangkah indahnya bila semua umat manusia mencintai Allah dengan ikhlas. Hidup ini akan tentram dan bahagia.
Read More..Memberi Salam
"Dari Abi Umarah AlBarra bin "Azib r.a. beliau berkata: Rasulullah SAW memerintahkan kepada kami dengan tujuh perkara ; menjenguk orang sakit, mengikuti jenazah, mendo'akan orang yang bersin, membantu yang lemah, menolong yng didzalimi orang, memberi salam, mengabulkan permintaan seseorang (yang memohon dengan memakai sumpah)." (Muttafaqun 'Alaih)
Selain memberikan salam kepada orang yang dikenal kita juga dianjurkan untuk memberikan salam kepada orang yang belum dikenal. Dengan saling memberi salam dapat memperkuat tali persaudaraan antara sesama muslim. Bagi siapa saja yangselalu mengamalkan ibadah ini maka dijanjikan masuk surga.
Dari Abdullah bin Salam r.a. ia berkata: saya mendengar Rasulullah SAW bersabda: "Hal menusia sebarkanlah (ucapkanlah) salam, berikanlah makanan, hubungkanlah tali
kekeluargaan (shilaturrahim ), Shalatlah sedang orang-orang (lagi lelap) tertidur, niscaya kamu akan masuk sorga dengan selamat." (HR.Ahmad, Tirmizi, Ibnu Majah - Shahih)
Ada beberapa bagian dari artikel di atas mengutip dari http://www.van.9f.com/
Read More..Kunci-Kunci Rizki
Berikut ini adalah 10 kunci-kunci rizki yang dikabarkan kepada kita oleh Allah dan Rasul-Nya:
- Istighfar dan taubat
Nabi Nuh u berkata kepada kaumnya : "Maka aku katakan kepada mereka, mohon ampunlah kepada Rabb-mu, sesungguhnya Dia Maha Pengampun, niscaya Dia akan menurunkan hujan kepadamu dengan lebat, dan membanyakkan harta dan anak-anakmu dan mengadakan untukmu kebun-kebun dan mengadakan (pula didalamnya) sungai-sungai". (QS Nuh : 10-12). - Taqwa
Fiman Allah : "Barang siapa yang bertaqwa kepada Allah, niscaya Dia akan mengadakan jalan keluar baginya dan memberinya rizki dari arah yang tiada disangka-sangkanya". (QS. Ath-Thalaq : 2-3). - Bertawakal (berserah diri) kepada Allah
Rasulullah r bersabda : "Sungguh, seandainya kalian bertawakkal kepada Allah dengan sebenar-benar tawakkal, niscaya kalian akan diberi rizki sebagaimana rizki burung-burung. Mereka berangkat pagi dengan perut lapar, dan pulang sore hari dalam keadaan kenyang". (HSR. Ahmad, Tirmidzi, Ibnu Majah, Ibnul Mubarak, Ibnu Hibban, Al Hakim, Al Qudha’i dan Al Baghawi dari ‘Umar bin Khaththab t). - Beribadah sepenuhnya kepada Allah semata
Rasulullah r bersabda : "Sesungguhnya Allah berfirman : "Wahai anak Adam, beribadahlah sepenuhnya kepada-Ku, niscaya Aku penuhi dadamu dengan kekayaan dan Aku penuhi kebutuhanmu. (Dan) jika kalian tidak melakukannya, niscaya Aku penuhi tanganmu dengan kesibukan dan tidak Aku penuhi kebutuhanmu". (HSR. Ahmad, Tirmidzi, Ibnu Majah dan Al Hakim dari Abu Hurairah t). - Menjalankan haji dan umrah
Rasulullah r bersabda : "Kerjakanlah haji dengan umrah atau sebaliknya. Karena sesungguhnya keduanya dapat menghilangkan kemiskinan dan dosa sebagaimana api dapat menghilangkan kotoran
(karat) besi." (HSR Nasa’i. Hadits ini shahih menurut Imam Al Albani. Lihat Shahih Sunan Nasa’i). - Silaturahmi (menyambung tali kekerabatan yang masih ada hubungan nasab)
Rasulullah r bersabda : "Barangsiapa yang ingin dilapangkan rizkinya dan dipanjangkan umurnya, hendaklah ia menyambung tali silaturrahim"(HSR. Bukhari). - Berinfak di jalan Allah
Allah berfirman : "Dan barang apa saja yang kamu nafkahkan, maka Allah akan menggantinya. Dialah sebaik-baiknya Pemberi rizki". (QS. Saba : 39). - Memberi nafkah kepada orang yang menuntut ilmu
Anas bin Malik t berkata : "Dulu ada dua orang bersaudara pada masa Rasulullah r. Salah seorang mendatangi (menuntut ilmu) pada Rasulullah r, sedangkan yang lainnya bekerja. Lalu saudaranya yang
bekerja itu mengadu kepada Rasulullah r (lantaran ia memberi nafkah kepada saudaranya itu), maka Beliau r bersabda : "Mudah-Mudahan engkau diberi rizki dengan sebab dia". (HSR.Tirmidzi dan Al Hakim, Lihat Shahih Sunan Tirmidzi). - Berbuat baik kepada orang-orang yang lemah
Mush’ab bin Sa’d t berkata, bahwasanya Sa’d merasa dirinya memiliki kelebihan daripada orang lain. Maka Rasulullah r bersabda : "Bukankah kalian ditolong dan diberi rizki
lantaran orang-orang lemah diantara kalian?". (HSR. Bukhari). - Hijrah di jalan Allah
Allah berfirman : "Barangsiapa berhijrah dijalan Allah, niscaya mereka akan mendapati di muka bumi ini tempat hijrah yang luas dan rizki yang banyak". (QS. An Nisa : 100).
(Sumber: http://www.van.9f.com/)
Read More..