Semua umat-Nya pasti akan mendapatkan ujian untuk mengetahui sejauh mana keimanannya kepada Allah s.w.t. Seperti halnya ujian di sekolah untuk mengetahui sejauh mana kemampuan siswanya. Ujian yang diberikan oleh Allah s.w.t bisa dalam bentuk anugerah atau musibah, kebahagiaan atau kesedihan, kemiskinan atau kekayaan, kepandaian atau kebodohan, kelebihan atau kekurangan, kebaikan atau keburukan, dll.
Allah s.w.t melihat keimanan seseorang bukan dari fisiknya tetapi dari keimanannya yaitu bagaimana dia menyikapi semua ujian yang diberikan oleh Allah s.w.t. Misalnya ada seseorang yang diuji dengan kekayaannya. Dia sangat kaya, semua kebutuhan hidupnya dapat terpenuhi, apa yang diinginkan dapat dibeli, bahkan mungkin kekayaan yang didapatkan tidak akan habis tujuh turunan.
Allah s.w.t ingin mengetahui apakah dengan kekayaan yang telah diberikan-Nya, dia masih ingat kepada-Nya seperti tetap menjalankan perintah-Nya misalnya shalat lima waktu? Ketika adzan berkumandang apakah dia masih terlena dengan kekayaannya atau meninggalkannya sejenak untuk bersyukur dan menghadap-Nya? Apakah dia sudah menggunakan kekayaannya dengan benar di jalan-Nya?
Jika dia berhasil dalam ujian-Nya, insya Allah akan memberikan lebih dari yang telah dia dapatkan. Tetapi apabila dia terlalu terlena dengan dunianya sehingga melupakan-Nya, maka Allah akan mengambil kembali kekayaan.
Contoh yang lain, misalnya ada seseorang yang miskin. Dia tidak memiliki rumah. Hidup berpindah-pindah. Dalam sehari hanya makan satu kali. Tidak dapat melanjutkan pendidikan karena tidak mempunyai biaya. Dia mempunyai keinginan yang belum bisa dia didapatkan. Dia hanya bisa berangan-angan.
Dia menghadapi ujian dari-Nya yang berupa kemiskinan dengan sabar dan tetap berdoa kepada-Nya. Dia tetap mensyukuri apapun yang diberikan-Nya. Dengan keadaannya yang seperti itu dia masih ingat kepada-Nya dengan tetap menjalankan semua perintah-Nya. Dia tidak marah kepada Allah atas semua yang telah diberikan-Nya. Dia tetap menjalani kehidupannya dengan ikhlas.
Insyaallah dia telah berhasil melewati ujian-Nya. Pasti ada hikmah dibalik itu semua. Misalnya agar ketika dia kaya kelak dia tidak menjadi sombong. Apabila dia melihat ada orang miskin dia ingat keadaannya dulu kemudian dengan ikhlas dia mau membantu.
Yang Maha Mengetahui tidak akan memberikan sesuatu kepada umat-Nya tanpa maksud tertentu. Pasti ada hikmah dibalik semua ujiannya yang diberikan-Nya. Yakinlah bahwa Dia pasti akan memberikan yang terbaik untuk umat-Nya. Jalani kehidupan ini dengan sabar dan ikhlas apapun yang terjadi. Kehidupan di dunia hanyalah sementara yang digunakan untuk menabung amal ibadah yang akan digantikan dengan kehidupan yang bahagia di akhirat kelak.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar